5 Peritiwa Bisnis Teknologi yang Booming di Tahun 2017

Ilustrasi penolakan ojek online oleh ojek konvensional \ Foto : VIVA
Teknologi-BLOGGERCIREBONS.CO.ID, Sudah siap masuk di tahun 2018 besok? Lihat kembali rekap peristiwa yang penting di sepanjang 2017 yang paling fenomenal, apa saja? Berikut adalah cuplikan dari Blogger Cirebon tentang kaleidoskop teknologi dan bisnis di Indonesia. Diantaranya sebagai berikut.

1. Bisnis Aplikasi Angkutan Online Mulai Menuai Pro-Kontra di Daerah
Anda sudah pasti pernah mendengar berita tentang Gojek, Grab, dan sejenisnya yang mulai meresahkan ojek konvensional atau angkutan umum biasa di berbagai daerah yang menolak keberadaannya. Mulai dari demo, konflik horizontal, hingga aksi premanisme yang terjadi pada kedua belah pihak.

Bukan hanya di Jakarta, konflik juga terjadi di kota-kota kecil seperti Cirebon. Di Cirebon, walikota Cirebon sampai turun tangan. Memediasi antara ojek online dengan angkutan konvensional dan akhirnya menyepakati ada jarak titik jemput penumpang di setiap tempat.

2. Suntikan Dana Jack Ma di Tokopedia 
Bagi warga Indonesia, Tokopedia adalah salah satu tempat pasar online. Bagi Lazada, dan Bukalapak, Tokopedia sudah tentu dia pesaing mereka. Namun, bagi Jack Ma yang memiliki Alibaba asal China, Tokopedia di Indonesia bisa saja membesar dan menjadi pesaingnya di kancah global.

Seperti pepatah bisnis, "Kita bisa memilih bersaing atau ikut bergabung dengan membesarkan bisnis kita." Akhirnya Jack Ma empunya Alibaba "membeli" Tokopedia alias menyuntikkan saham investasi sebesar 14 triliun rupiah.

Angka 14 triliun bagi Jack Ma adalah sesuatu yang kecil, bila dibandingkan biaya yang harus dia keluarkan untuk megimbangi persaingan bisnis ritel online di pangsa pasar dunia.

3. Google Akhirnya Bayar Pajak ke Indonesia
Google bagi warga Indonesia sudah tidak asing lagi. Perusahaan kelas kakap dunia ini merupakan perusahaan kelas dunia yang kekayaannya no.1 di dunia, dan bersaing dengan facebook. Tentu bagi pemerintah Indonesia sebagai ladang pajak yang harus masuk kas negara. Namun, sayangnya terjadi perdebatan alot soal nilai pajak yang harus dibayar oleh Google.

Namun akhirnya setelah beberapa waktu, Google akhirnya membayar pajak terutang juga ke pemerintah Indonesia. Google membayar pajak di Indonesia sebesar Rp 5 miliar, dari total pendapatannya dari Indonesia sebesar Rp 187,5 miliar.

4. China Blokir 9 Konten Media Sosial Besar Dunia 
Sebagai negara yang memiliki penduduk terbanyak di dunia, pemerintah China atau Tingkok sadar betul bahwa mereka adalah target utama pemasaran produk dunia. Tidak terkecuali pangsa pasar di media sosial.

China pun dengan kebijakannya, memblokir 9 konten produk sosial media, seperti whatsapp, facebook, twitter, pinterest, snapchat, instagram, video, website, dan e-book. Sungguh mengerikan kebijakannya. Tentu saja itu untuk melindungi mata uang negaranya dari sikap konsumerisme warga Chinanya sendiri.

Wah bagaimana jika kebijakan seperti di China dilakukan di Indonesia? Sudah siap memperkuat basis keuangan negara dari sikap konsumerisme diri kita sendiri? Entahlah.

5. Trend Penggunaan Instagram Indonesia Meningkat
Siapa sangka, pengguna instagram di dunia sudah mencapai lebih dari 700 juta akun, dan ternyata 45 juta akun instgram berasal dari warganet Indonesia. Bagi warga Indonesia, eksistensi di media sosial begitu penting. Karena, sudah seperti menjadi kebutuhan bisnis mereka. Dari data yang dihimpun oleh Blogger Cirebons, ternyata dari 700 juta akun instgram, 8 juta diantaranya adalah digunakan untuk profil bisnis. Sisanya adalah akun pribadi.

Lalu apa yang akan terjadi pada tahun 2018 nanti ya?


Bagikan ke Google Plus

About Santosa SPd

Blogger Cirebon | Media Online Berbasis Komunitas | Telp/SMS : 087829888446 | Wa 08888301091 | E-Mail : bloggercirebons@gmail.com

0 komentar:

Post a Comment