Cerita Rakyat Tentang Sejarah Perkembangan Angkot GG di Cirebon

Cerita Rakyat - BloggerCirebons.co.id, Awal mula kata Grage dan nama GG/06 angkutan kota Cirebon bukan karena tanpa sebab atau tanpa cerita. Angkutan Kota yang dimulai dari AX/BX, D1, D2, D3, D4, D5, D6, D7, D8, D9, D10, GG, memiliki ceritanya masing-masing.

Terutama Angkot GG, nama GG ini bermakna bahwa angkot ini memiliki rute Gunung Sari Gunung Jati. Sedangkan rute saat ini (2/11/2017) Celancang – Gunung Jati. Pada zaman dahulu, angkot GG mengangkut para penumpang dari terminal Gunung Sari menuju lokasi ziarah Gunung Jati.

Angkot GG menambah rutenya, karena para penduduk juga yang biasa berdagang di Pasar Celancang ingin ke Pasar Pagi (Kota Cirebon) semakin banyak, maka trayek angkutan jurusan Gunung Jati – Gunung Sari menjadi semakin panjang.

Hingga saat ini jumlah angkutan umum sudah semakin banyak dan penumpang setianya pun masih ada. Namun, perkembangan pasar roda dua saat ini pun terus mengalami peningkatan, sehingga penumpang mobil angkutan umum semakin sedikit.

Hal yang unik juga tentang angkutan umum di Kota Cirebon adalah, semua angkutan umum pasti mengelilingi terminal Gunung Sari yang saat ini sudah berubah menjadi Grage Mall. Kata Grage pun berasal dari bahasa Belanda “Garage” yang artinya adalah Garasi.

Cirebon merupakan tempat parkirnya gerbong-gerbong kereta milik VOC yang difungsikan untuk mengangkut hasil ladang orang Indonesia seperti gula, padi, kopi, jahe, untuk dijual ke pemerintah Belanda. Grage juga banyak digunakan untuk percakapan bahasa bebasan, dengan menyebut, “Kula Tiyang Grage” yang artinya Saya adalah orang Cirebon.


Share on Google Plus

About Santosa SPd

Blogger Cirebon | Media Online Berbasis Komunitas | Telp/SMS : 087829888446 | Wa 08888301091 | E-Mail : bloggercirebons@gmail.com

0 comments:

Post a Comment